KementerianPerhubungan RI mempunyai berbagai program untuk mengembangkan angkutan massal di Kota Medan, antara lain pengembangan jalur kereta api, Light Rail Transit (LRT), juga peningkatan Bus Rappid Transit (BRT). Hal ini diungkapkan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi saat melakukan peninjauan di Stasiun Kereta Api Medan, Sabtu
GAYOLUES(orbitdigital): Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Gayolues, melalui Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Suryanto ST mengatakan, untuk tahun 2019 ini bidang yang dikelolanya tersebut sedang melakukan pemasangan air bersih yang sedang berjalan dibeberapa wilayah yang bersumber dari Dana DAK.
Pewarta: Ester Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Plt.Kepala Dinas Bina Marga Kota Medan, diharapkan bisa menyelesaikan pekerjaan yang sudah ada, ucap Mulia, politisi dari Partai Gerindra Kota Medan, Selasa (2910/2019) di gedung DPRD Kota Medan. Ia mengatakan, Syahnan Harahap sebelumnya juga pernah menjadi Kadis Bina Marga dan dipastikan akan mampu menyelesaikan semua proyek pekerjaan
PUPRtanahbumbu. Desain Bundaran Simpangempat Tanbu. BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Rencana pembangunan bundaran Simpangempat Kabupaten Tanahbumbu sedang berproses dan tahun ini adalah proses pembebasan lahan. Kabarnya ada 17 pemilik lahan yang terkena pelebaran di wilayah perempatan tersebut dan sekarang proses pendataan oleh Dinas PUPR
Proyekberjalan terus, tidak ada bangunan yang mengganggu," tambah Sriyono. Lamanya proses pembebasan lahan wakaf, sambung dia, karena proses yang tidak mudah. Pemerintah sedang menggenjot proyek tol yang menghubungkan Kota Semarang-Kabupaten Batang. Ironisnya, pembangunan jalan bebeas hambatan itu mengakibatkan 164 masjid dirobohkan
Yangsedang berjalan proyek ini dirancang untuk. School University of Pembangunan Nasional Veteran; Course Title ECONOMY 111; Uploaded By MateUniverse10975. Pages 12 This preview shows page 7 - 10 out of 12 pages. Students who viewed this also studied. University of Pembangunan Nasional Veteran
Jakarta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono menegaskan proyek infrastruktur terus berjalan meski di tengah pandemi Covid-19.Menurut Basuki, jasa konstruksi termasuk sektor esensial yang tidak boleh berhenti. Hal ini disampaikan Basuki dalam webinar bertajuk "Antisipasi Dampak Ekonomi terhadap 8 juta Tenaga Kerja Industri Jasa
TUIx. MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution menyatakan bahwa angkutan massal adalah solusi bagi masyarakat Medan dan sekitar. Pernyataan ini disampaikan Bobby saat kunjungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ke Kota Medan, Sabtu 29/5/2021. "Kami berharap tentunya transportasi umum di Kota Medan ini akan lebih bisa kita fungsikan dan optimalkan. Tadi sudah disampaikan Bapak Menteri bagaimana Kementerian Perhubungan akan ada banyak program di Kota Medan dan Sumut," kata Bobby. Bobby mengatakan seluruh masyarakat Kota Medan akan diajak untuk menggunakan transportasi massal. Dikatakannya ada beberapa kebijakan seperti penertiban parkir dan segala keadaan sejenisnya. "Kami yakini ini akan mendukung bagaimana pembangunan yang Bapak lakukan nanti memperbaiki fasilitas perkertaapian dan fasilitas BRT yang saat ini sudah ada di Kota Medan dapat berjalan dengan baik," tuturnya. Selain itu Bobby juga menambahkan, pengoptimalan ini akan terus diimbangi dengan kebijakan kebijakan agar masyarakat Kota Medan bisa lebih menikmati pembangunan, bisa menikmati transportasi massal. Terkhusus transportasi massal, Pemko Medan akan berupaya mengurangi signifikan kemacetan di Kota Medan. "Tadi sudah saya sampaikan kepada Bapak Menteri agar kiranya simpangan sempadan antara kereta api dan pengguna lalu lintas lainnya seperti roda dua dan roda empat ini bisa diatasi agar kemacetan di Kota Medan akibat simpangan sempadan berkurang dengan optimal. Kami berharap kunjungan Bapak kesini membawa keberkahan bagi masyarakat Kota Medan," ungkapnya. Menteri Perhubungan Budi Karya mengaku sempat berdiskusi dengan Gubernur SUmut dan Wali Kota Medan serta melihat angkutan massa seperti kereta api, light rail transit LRT, bus rapid transit BRT dapat dijadikan sebagai angkutan masa depan di Kota Medan sekaligus mengurai kemacetan yang terjadi selama ini. "Saya sebagai seorang yang konsen tentang angkutan massal, tentunya keinginan tersebut luar biasa. Malah di kesempatan ini, saya sampaikan bahas kereta api adalah masa depan Kota Medan," kata Budi Karya saat meninjau Stasiun Kereta Api Medan. Dalam peninjauan tersebut, Budi mengungkapkan, perlintasan kereta api di Stasiun Kereta Api yang saat ini hanya dua track akan menjadi enam track. Nantinya akan ada track yang menuju ke Binjai menuju Belawan. Dengan demikian masyarakat yang dari Binjai dan Belawan bisa langsung menuju ke Bandara Kualanamu sehingga kereta api menjadi pilihan masyarakat untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. "Kita memang sedang merencanakan LRT dan memilih Medan sebagai salah satu pilihan untuk dikembangkan selain Bandung. Kami akan finalisasi, tentu membangun LRT harus komplementari dengan jalur kereta yang ada. Tetapi ada jurusan lain sehingga antar kota, LRT dengan kereta api itu saling melengkapi. Dalam waktu dekat ini, Pak Wali Kota sudah membuat surat kepada kami agar BRT ditingkatkan," katanya. Selanjutnya, kata Budi, dirinya mendapat laporan penumpang dari Belawan sangat padat. Oleh karenanya Kemenhub akan memberikan tambahan armada untuk Trans Metro Deli. "Jadi angkutannya kalau sekarang baru dua nanti akan ditambah lagi ," ungkapnya. Budi Karya mengatakan, pembangunan di Sumut begitu intensif. Sebentar lagi pun, imbuhnya, pembangunan Terminal Amplas selesai. Dirinya juga telah berbicara dengan Gubernur Sumut bahwa pembangunan terminal air di Danau Toba juga akan selesai sehingga menjadikan Danau Toba menjadi salah satu tujuan wisata. "Saya mengucapkan terima kasih atas atensi dan kerjasamanya kepada Pak Gubernur dan Wali Kota, semoga cita cita kita untuk menjadikan angkutan massal menjadi angkutan utama menjadi suatu kebanggaan dapat terwujud," pungkasnya. cr14/
MEDAN - Dari delapan proyek strategis yang ditawarkan North Sumatra Invest NSI sejak beberapa tahun lalu, hingga kini belum tetapi, menurut Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sumatra Utara Naslindo Sirait, beberapa di antaranya sedang dalam tahap penjajakan."Ada yang sudah solited, beberapa menunggu minat investor dan sebagian ready to offer," kata Naslindo kepada Bisnis, Minggu 14/11/2021.Delapan proyek yang ditawarkan NSI adalah sektor infrastruktur di Kawasan Industri Medan senilai Rp359 miliar, Light Rail Transit LRT Mebidang senilai Rp20,3 triliun, Kereta Api Pematangsiantar-Parapat senilai Rp12,1 triliun, Mixed Use Rental Apartment Rp1,1 triliun. Kemudian Kawasan Industri Kuala Tanjung senilai Rp28,8 triliun, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei senilai Rp134,1 triliun, Sport Center senilai Rp10 triliun dan sektor pariwisata Toba Caldera Resort senilai Rp1,6 tahun depan, Naslindo mengatakan bahwa Pemprov Sumatra Utara akan menetapkan Peraturan Daerah tentang Rencana Umum Penanaman Modal RUPM dan Peraturan Daerah tentang Pemberian Insentif Bagi Penanam Modal. Tujuannya tak lain untuk menarik investor sebanyak-banyaknya ke Sumatra Utara."Kedua, Pemprov Sumatra Utara akan melakukan promosi yang efektif. Dalam Bulan November 2021 akan diadakan KIM Expo dan NSI dengan melakukan business matching," kata Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara Soekowardojo juga tak menampik bahwa saat ini belum ada satu pun investor yang sudah menanamkan modalnya dalam sederet proyek di atas."Beberapa calon investor telah pada tahap penjajakan lebih lanjut dengan pengelola proyek investasi, seperti di proyek KEK Sei Mangkei," katanya kepada Sumatra Invest atau NSI adalah tim kerja lintas lembaga di Sumatra Utara yang bertujuan untuk meningkatkan investasi melalui kegiatan promosi dan perdagangan. Keanggotaan NSI sendiri terdiri dari instansi di tingkat provinsi serta kabupaten dan Surat Keputusan Gubernur Sumatra Utara Nomor NSI diketuai oleh Asisten Administrasi Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Pemprov Sumatra wakilnya adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu DPMPPTSP dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda Pemprov Sumatra tim ini berada di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara, tahun ini, lanjut Soeko, tim NSI sudah melakukan berbagai upaya untuk menarik investor ke Sumatra Utara. Di antaranya dengan menggelar NSI Business Profile Challenge. Program ini mendorong semua kabupaten dan kota untuk menggali potensi investasi di daerah masing-masing agar memenuhi aspek Investment Project Ready to Offer IPRO.NSI juga secara aktif ikut serta dalam berbagai event promosi proyek investasi dan business matching serta one on one meeting antara pengelola proyek investasi dengan calon tahun depan, kata dia, NSI akan tetap melanjutkan strategi yang telah ada. Kemudian, mereka juga akan menyelenggarakan promosi investasi daerah yang langsung melibatkan calon investor existing dan potensial."Ke depan, selain melanjutkan implementasi strategi yang telah berjalan, mempertajam pelaksanaan, berkoordinasi dengan Bappeda dan DPMPPTSP," kata Soeko. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini investasi sumut
PT Hutama Karya sedang membangun jalur kereta api Lintas Medan-Binjai sejak awal Mei 2022. Proyek ini ditargetkan rampung selama 900 hari atau pada 2024. Direktur Operasi I Hutama Karya Novias Nurendra mengatakan, proyek ini akan mempercepat waktu tempuh orang dan barang antara Medan dan Binjai. Kereta api yang melintas antara Medan dan Binjai dinilai dapat menunjang pertumbuhan ekonomi di kedua kota tersebut dan sekitarnya. "Kereta api sudah menjadi primadona untuk angkutan orang dan barang. Pembangunan jalur rel kereta api dibutuhkan sejalan dengan percepatan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra JTTS," kata Novias dalam keterangan resmi, Selasa 24/5. Novias mengatakan, salah satu tantangan proyek ini adalah konstruksi lintasan dilakukan selama stasiun masih aktif. Strategi penyelesaian yang akan digunakan adalah intensifikasi koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia KAI selama masa konstruksi diperbolehkan. Novias berharap pembangunan lintasan ini dapat membangun konektivitas antar moda di Sumatra. Secara khusus, proyek ini dinilai dapat mengurai kemacetan dan meningkatkan arus wisatawan ke Sumatra Utara. Kementerian Perhubungan Kemenhub telah menjadikan proyek Pembangunan Jalan Kereta Api Layang Medan-Binjai dalam prioritas kegiatan Tahun Anggaran 2022. Adapun, panjang lintasan kereta api tersebut mencapai 6,8 kilometer Km. Berdasarkan paparan Kemenhub, proyek ini akan menyerap orang per hari dengan upah mencapai Rp 877,5 juta. Secara rinci, rel kereta baru yang akan dibangun ada di Aceh, KA Layang Medan-Binjai, jalur ganda Kiaracondong-Cicalengka, jalur ganda Bogor-Sukabumi, KA Layang Solo Balapan-Kadipiro, elektrifikasi KA Solo alapan- Solo Jebres, reaktivasi Semarang Tawang- Tanjung Mas, pembangunan jalur ganda Mojokerto-Sepanjang, dan pembangunan jalur KA Makassar-Parepare. Dari enam wilayah metropolitan yang disasar Kemenhub, DJKA mengelompokkannya menjadi tiga proyek, yakni jalan KA Layang Medan-Binjai, pembangunan jalur ganda Kiaracondong-Cicalengka, dan empat peningkatan kapasitas fasilitas di wilayah Jabodetabek. Untuk peningkatan kapasitas wilayah di Jabodetabek meliputi fasilitas Manggarai-Jatinegara, Jatinegara-Bogor, dan Manggarai-Jakarta Kota. Sementara itu, dua proyek lainnya adalah peningkatan kapasitas jalur Jabodetabek fase pertama dan proyek MRT tahap pertama. Adapun, pembangunan maupun peningkatan kapasitas rel kereta api dikategorikan sebagai belanja barang dengan anggaran senilai Rp 1,71 triliun. "Upaya percepatan penyerapan anggaran dilakukan dengan mempercepat pelaksanaan program dengan berkoordinasi dengan stakeholder," kata Direktur Jenderal KA Zulfikri. Menurut laporan Kementerian Perhubungan Kemenhub, jumlah stasiun kereta api yang melayani naik/turun penumpang di Jawa dan Sumatera sebanyak 629 unit pada 2020. Rinciannya, sebanyak 463 unit di Jawa dan 166 unit di Sumatera. Reporter Andi M. Arief
MEDAN, – Sejumlah proyek nasional di Kota Medan yang biaya pembangunannya ditanggung dari APBN, akan dibangun pada 2023 mendatang. Diharapkan dengan adanya gelontoran APBN dari pemerintah pusat, percepatan pembangunan di Kota Medan dapat terlaksana. Kepada Sumut Pos, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Bappeda Kota Medan, Benny Iskandar mengatakan, sejumlah proyek pembangunan yang dilakukan pada 2023 mendatang, lebih dulu akan berfokus kepada proyek-proyek yang mengena langsung kepada program-program prioritas Wali Kota Medan. “Satu di antaranya penanganan masalah banjir pada umumnya, dan banjir rob di Medan Utara, khususnya. Untuk itu, pengerjaan tanggul rob yang bersumber dari APBN akan mulai dikerjakan 2023 mendatang,” ungkap Benny, Kamis 13/10. Benny juga mengatakan, selain pembangunan tanggul rob yang memakan biaya cukup besar, nantinya pembangunan kawasan padat penduduk Medan Utara dalam menyelesaikan kawasan kumuh, juga akan masuk dalam proyek pembangunan dari APBN. “Penataan kawasan kumuh nantinya juga akan dilakukan dengan menggunakan APBN. Fokusnya ini untuk mengentaskan masalah kawasan kumuh,” jelasnya. Dia juga mengatakan, kawasan kumuh dan banjir rob di Medan Utara memang harus segera dituntaskan. Sebab dengan tuntasnya masalah kawasan kumuh dan banjir rob, maka angka stunting di Medan Utara sebagai wilayah yang angka stuntingnya paling tinggi di Kota Medan, dapat ditekan semaksimal mungkin. “Tingginya angka stunting di Medan Utara, tidak terlepas juga dari banjir rob dan kawasan kumuh. Meskipun kita tahu, ada banyak faktor lainnya yang menyebabkan tingginya angka stunting di Medan,” kata Benny. Selain di Medan Utara, sambung Benny, sejumlah proyek yang akan menggunakan APBN juga akan dilakukan di sejumlah wilayah Kota Medan, di antaranya pada kawasan Kota Tua Kesawan. “Tahun depan, penataan kawasan Kota Tua Kesawan juga akan dilakukan dengan menggunakan APBN. Seperti diketahui, penataan kawasan Kota Tua Kesawan ini juga merupakan satu dari 5 program prioritas Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution,” bebernya. Ditanya terkait revitalisasi Stadion Teladan Medan, yang kabarnya juga akan dilakukan pada 2023, Benny mengaku belum mendapatkan informasi yang pasti. “Revitalisasi Stadion Teladan memang infonya akan menggunakan APBN, tapi belum ada kepastian apakah tahun depan atau tidak, saya belum dapat info. Semoga saja begitu, supaya bisa segera direvitalisasi. Saat ini Kadispora Medan sedang di Jakarta, kemungkinan juga untuk membahas hal itu,” pungkasnya. map/saz MEDAN, – Sejumlah proyek nasional di Kota Medan yang biaya pembangunannya ditanggung dari APBN, akan dibangun pada 2023 mendatang. Diharapkan dengan adanya gelontoran APBN dari pemerintah pusat, percepatan pembangunan di Kota Medan dapat terlaksana. Kepada Sumut Pos, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Bappeda Kota Medan, Benny Iskandar mengatakan, sejumlah proyek pembangunan yang dilakukan pada 2023 mendatang, lebih dulu akan berfokus kepada proyek-proyek yang mengena langsung kepada program-program prioritas Wali Kota Medan. “Satu di antaranya penanganan masalah banjir pada umumnya, dan banjir rob di Medan Utara, khususnya. Untuk itu, pengerjaan tanggul rob yang bersumber dari APBN akan mulai dikerjakan 2023 mendatang,” ungkap Benny, Kamis 13/10. Benny juga mengatakan, selain pembangunan tanggul rob yang memakan biaya cukup besar, nantinya pembangunan kawasan padat penduduk Medan Utara dalam menyelesaikan kawasan kumuh, juga akan masuk dalam proyek pembangunan dari APBN. “Penataan kawasan kumuh nantinya juga akan dilakukan dengan menggunakan APBN. Fokusnya ini untuk mengentaskan masalah kawasan kumuh,” jelasnya. Dia juga mengatakan, kawasan kumuh dan banjir rob di Medan Utara memang harus segera dituntaskan. Sebab dengan tuntasnya masalah kawasan kumuh dan banjir rob, maka angka stunting di Medan Utara sebagai wilayah yang angka stuntingnya paling tinggi di Kota Medan, dapat ditekan semaksimal mungkin. “Tingginya angka stunting di Medan Utara, tidak terlepas juga dari banjir rob dan kawasan kumuh. Meskipun kita tahu, ada banyak faktor lainnya yang menyebabkan tingginya angka stunting di Medan,” kata Benny. Selain di Medan Utara, sambung Benny, sejumlah proyek yang akan menggunakan APBN juga akan dilakukan di sejumlah wilayah Kota Medan, di antaranya pada kawasan Kota Tua Kesawan. “Tahun depan, penataan kawasan Kota Tua Kesawan juga akan dilakukan dengan menggunakan APBN. Seperti diketahui, penataan kawasan Kota Tua Kesawan ini juga merupakan satu dari 5 program prioritas Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution,” bebernya. Ditanya terkait revitalisasi Stadion Teladan Medan, yang kabarnya juga akan dilakukan pada 2023, Benny mengaku belum mendapatkan informasi yang pasti. “Revitalisasi Stadion Teladan memang infonya akan menggunakan APBN, tapi belum ada kepastian apakah tahun depan atau tidak, saya belum dapat info. Semoga saja begitu, supaya bisa segera direvitalisasi. Saat ini Kadispora Medan sedang di Jakarta, kemungkinan juga untuk membahas hal itu,” pungkasnya. map/saz Artikel Terkait
Sebagai contoh, sebut saja Bandar Udara Kualanamu sebagai yang pertama kali mengintegrasikan bandara dengan jalur kereta api di Indonesia. Bandara ini juga merupakan bandara terbesar ketiga di Indonesia, setelah Soekarno–Hatta Jakarta dan bandara baru Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. Untuk infrastruktur jalan ada Jalan Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa yang disingkat jadi Jalan Tol Belmera. Jalan tol ini mulai beroperasi pada 1986 yang membentang sejauh 34 kilometer. Jalan tol ini menghubungkan Pelabuhan Belawan ke Medan dan Tanjung Morawa. Saat ini juga ada banyak proyek infrastruktur di ibu kota provinsi Sumatera Utara ini yang sedang dikerjakan. Termasuk didalamnya proyek Jalan Tol Trans Sumatera. Jaringan jalan tol sepanjang km yang nantinya akan menghubungkan kota-kota di Pulau Sumatera, mulai dari Lampung hingga Aceh. Beberapa proyek infrastruktur Medan ini bahkan ditargetkan selesai dan bisa dioperasikan tahun ini sehingga bisa digunakan saat arus mudik lebaran. Di antaranya seperti Jalan Tol Medan – Binjai ini diharapkan dapat membagi beban kendaraan dengan Jalan Medan-Binjai yang merupakan salah satu ruas terpadat pada Jalan Raya Lintas Sumatera. Jalan Tol Medan-Binjai adalah bagian dari jalan tol Trans Sumatera sepanjang 16,8 km yang menghubungkan Medan dengan Binjai. Meski sudah diresmikan Presiden Joko Widodo sejak tahun 2017, namun belum seluruh ruas jalan tol tersebut bisa dilalui karena masih terkendala teknis. Jalan tol ini diharapkan dapat membagi beban kendaraan dengan Jalan Medan-Binjai yang merupakan salah satu ruas terpadat pada Jalan Raya Lintas Sumatera yang menghubungkan kota ini dengan Banda Aceh. Ruas tol ini direncanakan akan menyambung dengan Jalan Tol Belmera di sekitar pintu tol Tanjung Mulia, lalu menyusuri kawasan Medan Helvetia, Sei Semayang, dan sampai ke jalan lingkar luar kota Binjai sebagai titik akhir. Infrastruktur Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi Jalan tol sepanjang 61,80 km ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera dan terhubung dengan Jalan Tol Belmera. Jalan tol ini menghubungkan Medan dengan Tebing Tinggi, serta Bandar Udara Internasional Kualanamu. Jalan tol sepanjang 61,80 km ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera dan terhubung dengan Jalan Tol Belmera. Dalam pembangunannya, jalan tol ini terbagi dalam dua seksi, yaitu Seksi I Medan-Perbarakan-Kualanamu sepanjang 17,80 km dan Seksi II Perbarakan-Tebing Tinggi sepanjang 44 km. Jalan tol ini memiliki 2×2 lajur pada tahap awal dan 2×3 lajur pada tahap akhir dengan kecepatan rencana 100 km/jam. Ruas Parbarakan-Sei Rampah sepanjang 41,7 kilometer telah resmi beroperasi pada 2017, begitupun ruas Tanjung Morawa ke Kualanamu. Dan untuk ruas Sei Rampah hingga Tebing Tinggi baru saja dibuka pada 25 Maret 2019 ini. Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider. Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah
proyek yang sedang berjalan di medan